🧠 Berita RSPON – Tidur merupakan bentuk fisiologis dan berulang dari penurunan kesadaran, dimana terjadi penurunan fungsi kognitif secara global sehingga otak tidak merespon secara penuh terhadap stimulasi sekitar. Saat terlelap, otak akan membersihkan racun-racun tidak berguna yang terbentuk ketika kita berpikir seharian. Oleh karena itu memiliki kualitas tidur yang baik dapat membantu otak yang sehat.
Pada Kamis, 5 Maret 2026 Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) mengadakan edukasi kesehatan yang berlangsung di Poli Rawat Jalan Lantai 2 Gedung A yang membahas lebih dalam tentang “Tidur Berkualitas untuk Otak yang Sehat” dalam peringatan Hari Tidur Sedunia yang jatuh pada tanggal 13 Maret 2026 mendatang.
Pembahasan tentang kualitas tidur ini menghadirkan narasumber ahli dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta yaitu dr. Asnelia Devicaesaria, SpN, Subsp. NGD(K) dan disimak oleh para pasien dan caregiver yang berada di area tunggu antrean poli rawat jalan. Dalam edukasi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini, dr. Asnelia menerangkan bahwa terdapat 7 Pilar Kesehatan Otak Melalui Tidur yaitu:
✨ Memperkuat Memori; Mengkonsolidasi pembelajaran.
✨ Regulasi Emosi; Mengatur stres dan perasaan.
✨ Sistem Imun; Mengaktifkan pertahanan otak.
✨ Perbaikan Jaringan; Memulihkan sel otak yang rusak.
✨ Keseimbangan Hormon; Mengatur neurotransmitter esensial.
✨ Konsentrasi dan Fokus; Menajamkan kognisi.
✨ Proteksi Neurodegeneratif; Menurunkan risiko Alzheimer dan Parkinson.
Pada umumnya, kebutuhan jam tidur berbeda menurut usia untuk mencapai kualitas tidur yang baik. Orang Dewasa (18–64 tahun) durasi tidur yang dianjurkan ialah 7–9 jam per malam, sedangkan Lansia (≥65 tahun) durasi tidur yang dianjurkan ialah 7–8 jam per malam. Selain itu indikator penentu kualitas tidur yang baik lainnya meliputi:
✨ Minim gangguan: tanpa terpotong oleh suara, cahaya, atau ketidaknyamanan fisik.
✨ Fase seimbang: proporsi ideal antara fase restorasi fisik (NREM) dan kognitif (REM).
✨ Kontinuitas terjaga: tidur berkesinambungan tanpa sering terbangun di tengah malam.
✨ Bangun bertenaga: terbangun dengan perasaan segar, pulih, dan siap beraktivitas.
Di akhir pembahasannya, dr. Asnelia menyampaikan bahwa untuk mencapai tidur yang berkualitas, kita harus menciptakan rutinitas dan lingkungan fisik yang mendukung tidur terlelap. Mulai dari jadwal tidur yang konsisten yaitu tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari termasuk di akhir pekan, lalu optimasi suhu dan cahaya dengan menjaga kamar tetap gelap, tenang, dan sejuk di suhu ideal 18-22°C, tidak lupa juga untuk menginvestasikan pada kasur dan bantal yang suportif dan nyaman untuk tubuh kita sehingga tidak menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit saat tidur, hindari konsumsi kafein, serta direkomendasikan untuk melakukan rutinitas relaksasi 30 menit sebelum tidur dengan meditasi ringan dan hindari polusi cahaya biru dari gadget. Diharapkan melalui edukasi ini, masyarakat memahami tidur berkualitas untuk menjaga kesehatan otak dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (mfy/humas)
